Kamis, 8 Mei 2025
Pukul 21.55 wib, di suatu sudut di Citayam. Aku menghadapi hari-hari sepi yang berat. Bukan, bukan berat pekerjaan atau berat kegiatan apapun, tapi hatiku saja yang terasa sungguh berat. Aku ingin menekan tombol off di leherku kalau boleh.
Aku merasa tidak berguna, merasa semua orang membenciku, aku sungguh merasa seperti produk gagal yang harusnya dibuang atau dihancurkan. Tapi ya Rabb, tadi pagi baru saja aku membaca sebuah buku yang menjelaskan bahwa salah satu cara setan menyesatkan manusia adalah dengan membuatnya berputus asa.
Ya Allah, ya Illahi, Rabbi, ampunilah hamba yang lemah ini ya Allah. Sungguh tiada daya upaya kecuali atas kehendak-Mu. Tolonglah hamba yang lemah ini ya Rabb. Berilah hamba kekuatan untuk melawan segala bisikan ini. Berilah hamba kemampuan untuk menaklukkan hawa nafsu ini.
Ya Rabb, kenapa hari-hari ini terasa begitu membingungkan? Dadaku sesak tetapi juga hampa, pikiranku kalut tetapi juga kosong. Aku tau Engkau Maha Pemaaf dan juga Maha Penyayang. Tapi ya Rabb, pantaskah aku yang sering mengerjakan keburukan dan meninggalkan kebaikan ini mendapat kasih sayang-Mu?
Ya Rabb, meski begitu, aku tetap meminta kasih sayang-Mu wahai zat yang tiada sesembahan lain kecuali Engkau. Ya Rabbi, terima kasih, segala puji bagi-Mu.