Sudah hampir pukul 1 dini hari. Sudah hari Senin tanggal 12 Mei 2025. Aku belum tertidur, aku menginap di rumah Atina. Dan pikiranku dipenuhi sebuah pertanyaan.
"Kenapa aku tidak pernah menang ya Allah?"
Ya, aku merasa terpuruk malam ini. Entah apa sebabnya. Aku merasa Allah lupa padaku. Aku merasa seperti sebatang pensil yang terselip jauh di dalam laci lemari paling bawah yang tak pernah dibuka. Merasa Allah tak pernah memperhatikanku.
Padahal, ya.. aku sungguh tak pandai bersyukur saja. Yang benar saja Esnida? Allah lupa?? Mustahil!!
ingat,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja)?