Kamu apa kabar?

Beginilah kebiasaanku setiap hari. Aku selalu bertanya kabarmu di dalam hati ketika menemui sesuatu yang membuatku kepayahan.

Menanyakan kabarmu di dalam hati bisa memunculkan energi tambahan. Bisa membuatku bertahan sedikit lebih lama untuk mengerjakan sesuatu. Harusnya ku ucapkan terima kasih secara langsung kepadamu.

Huh, di satu sisi aku senang karena dengan mengingatmu, aku jadi memaksa diri mengingat Tuhanku. Lalu aku berkesempatan meminta ampun atas segala dosa-dosaku.

Di sisi lain aku begitu takut Tuhanku jadi cemburu. Masa aku selalu mengingatmu lebih dulu diripada mengingat Tuhanku? Bagaimana nanti aku mempertanggung jawabkan hal konyol ini? Apa yang bisa aku katankan pada-Nya?

Tapi untunglah Tuhanku maha penyayang dan maha mengerti. Dia tau segalanya, dan Dia akan menyayangi semua hambanya. Termasuk aku yang begini.