Senin, 17 Maret 2025

Tadi malam, di selasar rumah Al-Qur'an Aqsyanna, posisiku duduk di kursi meja registrasi, posisimu duduk di tangga bagian kiri. Kamu mengobrol dengan seorang teman, kamu menghadap ke arah kanan dan sesekali melayangkan pandangan ke arah belakang.

Aku sibuk dengan makananku, tapi sejujurnya, sesekali aku mencuri pandang ke arah kamu.  Lalu pada suatu titik, mata kita bertemu. Pandangan kita menyatu. Benar-benar bertemu, senyata itu, dan aku tau pandangan itu bukanlah pandangan biasa.

Sejujurnya aku jadi salah tingkah, sampai tersedak kuah odeng. Tapi hatiku senang sekali, semua terasa benar dan bermakna.

Sekilas aku seperti bisa memastikan, bahwa pertemuan mata kita semalam adalah awal dari perjalanan persatuan kita. Harapan itu benar-benar muncul dan tampak nyata. Rasanya aku ingin memvalidasi saja bahwa kita memang benar adalah sesuatu.

Aku sudah sering sekali mengatakan bahwa terserah Allah saja. Aku ikut dan turut semua yang Allah tugaskan padaku. Karena pilihan dan rencana Allah adalah yang terbaik untukku.

Dan jika, jika saja ternyata, yang terbaik untukku menurut Allah itu adalah kamu, ah alangkah bahagia dan indahnya hidup ini. Rasa-rasanya persatuan kita berdua bisa mengelevasi banyak hal untuk umat ini.

Semoga saja.. bismillah