Ahad dini hari, 30 Maret 2025
Pukul 01.30 wib, hari terakhir Ramadan 2025. Aku terlambat memasuki Ramadan dan selesai Ramadan duluan tahun ini. Aku baru berpuasa di di hari ke-6, dan sudah selesai puasa di hari ke 27. Puasaku hanya 22 hari, tidak bisa lebih.
Aku ikut full itikaf di 10 malam terakhir. Setulusnya ku katakan, Ramadan tahun ini adalah yang paling berarti sepanjang hidupku sejauh ini. Hatiku seperti terbuka, terasa mulai bernapas dan memunculkan secercah harapan kehidupan.
Kepercayaanku pada Allah naik pada tingkat selanjutnya. Kepasrahanku pada hidup mulai berubah menjadi tawakal. Aku merasakan begitu banyak kasih sayang Allah. Aku merasa Allah telah memperhatikanku, benar-benar merasa ada Allah. Aku sudah tidak takut pada banyak hal, karena ada Allah.
Pada malam ke-17 lalu, saat buka bersama di Aqsyanna, aku menemukan sepasang mata itu. Entah akan menjadi seperti apa takdir kami ya Rabbi, entah memang kami berjodoh, atau hanya sekedar perasaan dan hayalanku saja, aku tau ketentuan Allah selalu adalah yang terbaik.
Ramadan tahun ini, sungguh tak terbayangkan akan menjadi begini. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ya Illahi, Rabbi atas nikmat-Mu. Air mata dan tawa ini sungguh telah menghidupkanku.