Minggu, 4 Juni 2023

Malam ini, di Coffee Corner, bersama seorang teman yang sering dipanggil ustad dan beberapa teman lainnya, aku betul-betul baru menyadari, baru ngeh, baru connect, baru ooooohh.. gitu toh..

Tentang setan dari kalangan jin dan setan dari kalangan manusia yang dimaksud dalam sudah An-Nas. Bahwa setan itu adalah sifat yang melekat pada diri kita. Setan adalah bagian dari kita. Kita punya setan di dalam diri kita. Kita mempunyai potensi setan dalam jiwa kita.

Bahwa setan adalah sifat yang harus kita tekan ke tingkat yang serendah-rendahnya. Seperti ketika kita menekan sifat pembohong kita, seperti kita menekan sifat pemarah kita, seperti kita menekan sifat abai kita.

Aku benar-benar baru menyadari bahwa setan itu adalah bagian dari sifatku. Lebih tepatnya sifat buruk ku.

Jadi selama ini yang menggodaku untuk melakukan kejahatan, yang selama ini yang mendorongku menyeleweng dari kebenaran, yang selama ini menyesatkanku dari keimanan adalah bagian dari diriku sendiri.

Ehh.. tapi bentar-bebtar.. bukankah Allah bilang kalau setan itu adalah musuhmu yang nyata? Dan kalau setan yang menyesatkan itu adalah bagain dari diriku sendiri, lalu peran iblis yang katanya mau menyesatkan keturunan Adam itu dimana dong? 

Aah.. aku harus melanjutkan diskusi ini lagi..