Minggu, 4 Juni 2023

Di bawah purnama, langit Tangerang Selatan
Aku benar-benar tersesat di tengah keramaian. Aku mengendarai motor sendirian, malam-malam, di jalur yang baru pertama kali ku lewati, tanpa kacamata, tanpa google maps.

Sebenarnya kaca mata ada di dalam tas, aku bisa berhenti sebentar dan memakainya agar bisa melihat dengan jelas dan membaca petunjuk jalan. Sebenarnya handphoneku juga ada di saku, aku bisa berhenti sebentar dan menemukan lokasi ku dan arah tujuanku.

Tapi kondisi hatiku sedang tidak baik. Aku mengabaikan semua itu, dan terus saja memacu kendaraan. Mengikuti instingku yang juga ikut-ikutan berantakan. Aku ingin menangis, tapi bodoh sekali, apa yang harus ku tangiskan?

Dulu kata Nyai, aku adalah anak pemberani karena aku lahir di tengah malam dengan tangisan yang kencang. Aku akan berani kemana saja sendirian, aku akan berani menghadapi siapa saja tanpa keraguan. Tapi sepertinya Nyai salah, karena malam ini aku benar-benar takut meski aku tidak benar-benar sendirian.