"Tentu saja aku mencintaimu" ujar bunga itu. "Kamu tidak mengetahuinya karena kesalahanku sendiri. Tidak apa-apalah! Tetapi kamu juga sebodoh aku. Cobalah berbahagia. Kamu sudah memutuskan mau pergi, pergilah". Karena bunga tidak mau pangeran cilik melihatnya menangis. Dia begitu angkuh..