Di penghujung hari Ahad, 17 Desember 2023

Hari ini aku sangat banyak berjalan kaki. Bukannya mau mengeluh, hanya mau sedikit bercerita.

Pagi-pagi aku mondar-mandir menyiapkan keperluan Dapur Berkah Aqsyanna. Tadi jari tangan bu Ani teriris pisau, darahnya keluar banyak sekali, seperti tak mau berhenti. Bisa memberi pertolongan pertama pada luka di jari bu Ani adalah sesuatu yang aku syukuri pagi ini.

Sekitar jam 11 aku dipanggil Cik Ya ke Jombang. Panggilan darurat, "harus sekarang juga" kata beliau. Di sepanjang jalan aku sudah berpikir macam-macam, ternyata aku hanya disuruh mengambil uang di ATM.

Setelah itu aku ikut kondangan ke acara sunatan anak sepupuku. Aku hanya sempat sedikit membantu menghidangkan bakso, dan aku langsung pergi terburu-buru.

Sekitar jam 1.30 siang aku menjemput seorang teman ke Aqsyanna lagi. Lalu kami pergi ke stasiun Pondok Ranji, ini adalah perjalanan menuju pasar ikan Muara Angke di Jakarta Utara. Disana dia melakukan wawancara untuk penelitian skripsinya.

Lalu kami berkeliling dan melihat-lihat sekitar. Kami wudhu di masjid yang airnya asin dan sholat asar di sana. Lalu kami melihat-lihat resto terapung, seru juga sepertinya makan bersama disana. Terakhir kami membeli otak-otak bakar.

Kami langsung pulang, dan sholat magrib di stasiun Pondok Ranji. Aku mengantar dia ke rumah seorang guru lalu kembali ke Aqsyanna. Pas sekali sedang ada sholat isya berjamaah saat aku sampai.

Aku baru makan nasi dapur berkah setelah isya. Alhamdulillah masih bisa dimakan. Ku pikir sudah tidak bisa karena nasi itu sudah ku bawa ke mana-mana. Mulai dari ke Jombang sampai ke pasar ikan Muara Angke. Ku pikir aku punya sela waktu untuk makan, ternyata tidak juga.

Sekarang sudah lewat pukul sebelas malam. Dan aku merasa lelah, tapi tidak terlalu lelah, aku hanya ingin tidur. Besok aku akan kembali membaca buku yg kemarin ku baca.