dari pelataran mesra
Senin, 10 April 2023

Aku pergi ke Bogor siang ini. Taman Topi sudah berubah jadi Alun-alun Kota Bogor, aku baru tau. Entah berapa tahun sejak terakhir aku datang ke sini. Aku salah naik angkot, perjalanan yang harusnya hanya 20 menit jadi 2 jam, tapi tidak apa-apa, aku jadi jalan-jalan.

Aku bertemu seorang teman di mesra, alias Mesjid Raya. Ternyata namanya adalah Masjid Raya Al-Mi'Raj, aku juga baru tau. Aku juga merindukan masjid ini, masjid yang menyimpan banyak kenangan.

Kami duduk sambil mengobrol panjang di pelataran Mesra, sama seperti saat dulu kami masih jadi siswa di MAN 2 Kota Bogor. Aku juga baru ingat kalau air di Mesra adem sekali, enak kalo dipake wudhu.

Masih sama seperti dulu, di pelataran terbentang pemandangan yang dibatasi gunung Salak.  Angin sejuk selalu berhembus, membuat kulitku jadi dingin. Tapi hatiku terasa hangat karena bertemu temanku.

Sebenarnya tak ada hal serius yang kami bicarakan, kami hanya bertemu dan mengobrol ringan. Mengingat masa lalu, dan menertawakan keheranan kami pada orang-orang yang membeli boba seharga 25 ribu hanya untuk sekali minum.

Kami setuju sekali, kalau perilaku spending seperti itu selain boros juga punya potensi berbagai macam penyakit. Bikin gendut lagi. Buat apa menikmati makanan dan minuman yang hanya sampai tenggorokan tapi mengundang derita di masa depan?

Waktu magrib membatasi pertemuan kali ini. Sebenarnya aku masih ingin tinggal, ingin ke Gramedia dulu, ke toko Ada barangkali, atau mencari lumpia basah kesukaan kami. Tapi aku harus segera pergi.