Day #3: Jangan Sakiti Aku
Beberapa perkataan, sikap, dan perlakuan orang lain kadang memang bisa menyakitkan. Tapi aku tidak perduli. Aku bisa melupakannya dengan cepat. Buat apa lama-lama memajang dan memutar-mutar memori jelek itu di dalam kepalaku? Atau di dalam hatiku? Buang-buang energi saja.
Seperti manusia pada umumnya, aku juga merasa kesal, jengkel, sakit, dan hancur ketika kata, sikap, dan perlakuan buruk itu datang padaku. Tapi bagusnya aku tidak pernah menunjukkan amarahku kepada pelakunya. Aku bisa menahan, insyaAllah.
Aku juga bisa melepaskan emosiku dengan cara yang baik. Aku menulis, aku berlari, atau aku tidur. Bahkan sekarang insyaAllah bertambah baik. Aku ingat Allah dan beristighfar ketika mendeteksi kemunculan emosi berlebihan.
Rasa-rasanya tidak ada yang bisa menyakitiku lagi di dunia ini. Karena aku sudah paham bahwa aku hanya bisa sakit kalau aku mengizinkan diri untuk merasa tersakiti. Ah, apa benar aku sudah paham?
Dan ya, aku punya Allah. Aku percaya ketetapan Allah. Apapun yang datang padaku baik itu kata-kata, sikap, ataupun perlakuan buruk orang lain yang datang, itu semua sudah atas perhitungan Allah.
Allah ingin memberiku sebuah tanda, agar aku belajar, agar aku sadar dan fokus kembali ke misiku hidup di dunia ini. Beberapa kejadian memang menyakitkan, tapi Allah yang menyembuhkan, Allah yang menguatkan. Aku tak takut lagi.