Ramadan malam ke 25, tahun 2022.

Aku tau bahwa hari ini adalah hari istimewa mu. Sejujurnya, ingin sekali rasanya aku berada di dekatmu dan membicarakan beberapa hal. Tapi aku bahkan tidak tau apakah kamu masih ada di dunia ini atau tidak.

Ini adalah sekitar dua tahun semenjak pertemuan kita yang terakhir. Aku sudah tak merindukan kamu lagi. Hatiku sudah lelah, hatiku sudah mengerti bahwa merindukanmu adalah perbuatan sia-sia yang sungguh menyakitkan.

Sebenarnya aku sudah rela melepaskan kamu, hanya saja (sesekali) aku masih berharap bahwa dia yang dipilihkan Allah nanti itu, adalah kamu. Ah, bukankah kamu tak pernah menjadi milikku, lalu kenapa aku merasa kehilangan? Bukankah kita tidak bisa kehilangan sesuatu yang tidak pernah kita miliki?

Sekarang sudah jam 11 malam. Udara di luar sudah mulai dingin, suasana sekitar pun semakin sepi. Ku doakan semoga kamu selalu sehat dan bahagia, semoga Allah menyayangimu, dan semoga kamu tetap sabar dan giat mendidik dan menumbuhkan dirimu.

Dan tidak lupa, semoga kamu semakin menyayangi dirimu. Ku harap kamu menyayangi dirimu, karena kamu pantas sekali untuk disayang. Aku juga menyayangimu.