Matahari berkata:
"Dari tempatku bertakhta, aku bisa melihat jiwa dunia.
Jiwa dunia berkomunikasi dengan jiwaku. Bersama-sama kami menumbuhkan
tanaman-tanaman dan membuat domba-domba berlindung di keteduhan.
Dari tempatku bertakhta -jauh di atas bumi- aku belajar
mencintai. Aku tau kalau aku lebih dekat sedikit saja kepada bumi, semua yang
ada di sana akan mati. Dan jiwa dunia takkan ada lagi.
Maka kami saling memandang, kami saling mendambakan. Aku
memberikan kehidupan dan kehangatan kepada bumi, dan bumi memberiku alasan
untuk hidup."