Hari ini aku mendonorkan darah yang ke-14. Huh, kali ini aku melakukan kesalahan. Aku agak kurang banyak minum air putih 24 jam terakhir.
Pembulu venaku jadi menipis, akibatnya aku harus ditusuk dua kali oleh jarum penghisap darah itu. Pertama di lengan sebelah kiriku yang ditusuk. Beberapa detik setelah ditusuk, darahnya tak mengalir. Lalu jarumnya disodok-sodok. Digerak-gerakkan ke kanan dan ke kiri, maju-mundur, seperti lele yang menggeliat di kios abang tukang ikan Pasar Reni. Dan sial, pembulu vena itu jadi pecah. Rasanya perih dan ngilu. Pengen nangis, tapi malu.
Selanjutnya jarum itu dicabut, beberapa tetes darah muncrat mengotori lantai. Setelah itu aku berganti tempat, sekarang lengan sebelah kanan yang menjadi sasaran jarum itu. Dan alhamdulillah berjalan lancar. 350 cc darah segar telah berpindah dari tubuhku ke kantong itu. Aku bersyukur dan lega.
Hanya saja, kan aku pergi dan akan pulang bawa motor sendirian ya, rasanya tangan kananku masih mau bermanja. Belum mau dipakai untuk memutar gas. Huh... tapi kalo nggak dipaksa, ya... gimana?
ahh... gara-gara kurang minum doang!