Aku baru tau, ternyata ada seorang teman kita yang menyukaimu. Aku bisa memastikan itu. Matanya jelas berkata bahwa dia suka padamu.

Entahlah...

Rasanya aku ingin merasa sedih, aku merasa sudah kalah duluan kalau harus bersaing dengan dia. Dia pun bercerita bahwa kalian pernah membicarakan sesuatu, yang membuat dia termotivasi dan terinspirasi.

Sepertinya kita tidak pernah punya pembicaraan yang seperti itu. Aku iri pada dia... Tak bisakah kita juga punya pembicaraan yang berarti begitu?

ah... tidak, tidak,

Aku sayang padamu. Memang. Itu kenyataan. Dan aku, ingin kamu memilih yang terbaik. Tak apa jika bukan aku pilihanmu. Aku akan ikut bahagia untukmu.

Aku yakin aku bisa menerima takdir yang diberikan Tuhanku. Tapi selama kamu belum menjatuhkan pilihan pada siapapun, aku akan tetap menulis seperti ini. Menceritakan apa yang aku rasakan tentangmu. Boleh kan?