Jum'at, 18 April 2025

Hari ini aku tidur siang. Langsung terbangun saat dering pertama handphoneku menyala. Umak nelpon, juga tepat saat azan sholat Jum'at berkumandang.

Obrolan biasa. Tentang keluarga kami, tentang pekerjaan, tentang cuaca, tentang kebun, dan juga tentang pemilu ulang di kabupaten Empat Lawang.

20 menit lebih beberapa detik berlalu, umak bilang mau mencuci baju yang sudah direndam. Yasudah, ku bilang aku akan mematikan teleponnya.

Tapi detik-detik itu terus bertambah. Umak, seperti seseorang yang sudah latihan untuk mengucapkan, mengucapkan beberapa kalimat. Umak benar-benar menyuruhku menikah. Sangat formal, sangat legal. Restu itu benar-benar sudah diturunkan untukku. Aku menjawab iya-iya saja, sedikit kaget juga.