Senin, 13 Januari 2025
Masih di Pamulang, pukul 11.20 malam
Kenapa sih kepalaku ini? Banyak sekali pikiran-pikiran tentang laki-laki itu yang berseliweran seenaknya. Tolonglah kepala, jangan begini, tidakkah kamu juga merasa lelah?
Jangan begini, tolong..
aku tau kita menyukai laki-laki itu. Walau tak jelas alasan kenapa kita menyukainya, aku tetap menghargai perasaan ini, aku mengizinkannya. Tapi tolong, jangan sebanyak ini.
Aku khawatir kita kecewa, aku khawatir kita patah untuk yang kesekian kalinya. Aku belum siap patah hati. Urusanku sedang banyak sekali belakangan ini.
Baiklah, malam ini kita bebas. Kalian mau apa wahai kepala dan hati? Mau merindukan dia? Kan sudah.. sudah dari kapan tau kamu lakukan itu. Tak ada bosan-bosannya.
Kamu rasakan sendiri kan? Semakin lama semakin sesak rasa rindumu itu. Apa yang kamu harapkan? Bagaimana mungkin hatimu ini terasa sesak oleh rindu yang kosong?
Kosong apa?
ya kosong!
Rindu ini hanya kamu saja yang merasakan, laki-laki itu tentu tidak ikut merasakan, bahkan dia tidak tau.
Ya, memang dia tidak tau. Tapi aku tetap berharap hatinya akan bersatu dengan hati ini suatu hari. Aku boleh berharap kan?
Iya boleh.. teruskan saja, tidak apa-apa. Tetap rindukanlah saja laki-laki itu, teruslah berharap dan teruslah berprasangka baik pada Allah.