Selasa, 8 Oktober 2024

Kadang aku iri kepada teman-temanku yang ada di Aqsyanna. Mereka bisa bersyukur dengan gampangnya. Mereka bisa merasakan ketenangan dengan mudahnya. Mereka cepat sekali jatuh hati dan memilih. Lalu meminta dalam doa.

Sedangkan aku, semua syukur itu kadang hanya sebatas ucapan belaka. Hanya serangkaian kata-kata. Hatiku ini susah sekali untuk diajak terlibat. Hatiku ini susah sekali untuk menjatuhkan diri.

Tapi seperti kata buya Hamka, teruskan saja syukur yang hanya sebatas di mulut itu. Mudah-mudahan mulut bisa mendidik hati.

Ku yakin suatu hari, akan tiba waktunya Allah melembutkan hatiku. Akan tiba waktunya Allah merubahku. Akan tiba waktunya Allah mengizinkan aku merasakan cinta Allah melalui ciptaan-Nya yang bertebaran di muka bumi ini.