Senin, 15 Juli 2024. Pukul 23.59 wib
Belum tidur juga. Baru selesai makan pecel lele. Belum mandi dan belum sholat isya.
Pada situasi seperti ini aku selalu bertanya, apa sih yang sebenarnya aku kerjakan? Kenapa aku begini? Kenapa aku seperti tak sadar dan menjadi gila sendiri?
Ku lihat lagi foto-foto dan video anak Lenna kemarin. Dan ku rasakan kesedihan di rongga dadaku. Aku kasihan pada mereka yang punya ketua seperti aku. Mau dibawa kemana mereka kalau ketuanya terus saja seperti ini.
Aku harus banyak belajar. Aku harus belajar cepat. Akulah yang harus memulai. Aku harus mencontohkan. Buat apa semua ini aku lakukan? Buat Allah.
Sejujurnya, aku tidak mau melakukan semua ini. Aku tidak mau menjadi ketua. Aku takut. Aku malas. Aku tidak suka berurusan dengan banyak orang. Aku tidak mau dilihat. Aku tidak mau terlihat. Rasanya aku ingin bersembunyi dan mengurung diri di bawah tanah.
Tapi hanya untukmu yaa Rabb. Akan ku patahkan semua ragu, takut, dan malas ini. Akan ku usahakan semuanya. Akan ku berikan apa saja yang aku bisa. Akan ku lakukan meski rasanya tercabik-cabik di dalam diri ini. Akan ku tahan.
Yaa Allah, tentu Engkau paham maksud hatiku. Kuatkanlah aku yaa Rabb.