Rabu, hari terakhir bulan Juli 2024

Siang ini aku menangis sepanjang perjalanan dari bundaran Unpam sampai ke Aqsyanna. Cuma gara-gara aku kesal telah menunggu antrian bengkel selama 2 jam. Entahlah, akhir-akhir ini aku jadi mudah sekali menangis.

Malam ini aku pulang ke rumah dengan perasaan hampa. Mati rasa. Dadaku terasa kosong seperti kaleng kerupuk yang isinya tinggal remah-remah.

Aku jadi uring-uringan, padahal tadi aku sudah makan. Aku merasa ada yang tidak beres dengan diriku. Aku merasa tidak nyaman.

Aku teringat sebuah kalimat dari Abraham Lincoln yang bilang, "When I do good, I feel good. When I do bad, I feel bad". Jadi, apakah aku melakukan banyak hal buruk belakangan ini?

Apakah kritik saran yang aku berikan untuk anak-anak itu telah melukai perasaan mereka? Sehingga mereka tidak suka padaku, sehingga para malaikat langsung menyusupkan perasaan tidak nyaman ini ke dalam dadaku?

Apakah yang aku kerjakan belakangan ini tidak memuaskan bosku? Sehingga aku juga mendapatkan ganjaran perasaan buruk ini?

Apakah ibadahku belakangan ini semakin tak karuan bentuknya? Sehingga hatiku kehilangan sinyal dengan penciptanya? Sehingga hatiku merasa lemas dan hampa?

Ya.. kurasa itulah penyebabnya. Dan inilah yang selalu menjadi momok menakutkan sepanjang perjalanan hidupku kini. Ketika hatiku kehilangan sinyal dari penciptanya, dan aku kembali ke tabiat burukku yang dulu. Yang tajam dan kejam.

Faghfirlii yaa Rabbi. Jangan biarkan aku menyakiti teman-temanku ini yaa Illahi. Faghfirlii. Hilangkanlah selamanya Esnida yang itu yaa Allah.