Pertanyaan:
Kalau kamu punya kesempatan buat ngobrol sama siapapun selama 1 jam, kamu mau ngbrol sama siapa dan kenapa?
Jawabanku (13/12/2022):
Kalau aku cukup pantas, aku pengen ngobrol sama Rasulullah Muhammad. Tapi bisa duduk satu ruangan dan dinotice aja udah cukup.
But, wait! (Update: 10 Mei 2024)
Aku kan nggak bisa bahasa Arab. Berarti aku harus belajar bahasa Arab! Siapa tau suatu saat nanti aku benar-benar punya kesempatan itu. Sebaiknya aku siap-siap dari sekarang.
(Update: 1 Juli 2024)
Tidak jadi.. aku tidak jadi pengen bisa ngobrol sama Rasulullah. Meski aku nanti sudah bisa berbahasa Arab, meski nanti aku punya kesempatan. Aku tidak jadi juga pengen dinotice sama Rasulullah. Aku juga tidak jadi pengen berada satu ruangan dengan Rasulullah.
Meski di dalam hati kecilku tetap ingin sekali bisa mengobrol, aku tidak akan melakukannya. Jika kesempatan itu benar-benar datang, maka aku akan lari. Aku akan bersembunyi. Aku takut dosa-dosaku langsung terlihat jelas oleh Rasulullah. Aku takut membuat Rasulullah malu karena punya umat sepertiku. Aku takut mengecewakan Rasulullah.
Cukuplah aku mendengar keriuhan orang-orang yang ingin bertemu dengan Rasullullah. Cukuplah aku diam-diam mencintai Rasulullah dengan menjalankan sunnah-sunnahnya. Cukuplah aku menapaki bekas-bekas jejak beliau diatas bumi ini.
Segera aku akan mendatangi kota Mekkah, kota Madinah, kota Syam, dan kota-kota lain yang pernah didatangi Rasullullah. Aku hanya ingin berdiri di titik yang pernah Rasullullah berdiri di sana. Memandang langit yang dulu sering dipandang Rasullullah. Aku rindu sekali.
Maafkan diri ini yaa Rasullullah karena telah merindukanmu. Ampuni aku yaa Allah.