Ahad, 11 Februari 2024
4 malam setelah aku tidak tidur di kamar ini karena menginap di rumah bicik Iya dan Shinta. Sebelum tidur ku ingat-ingat kembali apa saja yang sudah aku lalui beberapa hari ini.
Teringat pembicaraan bersama Afif dan kak Arta sore kemarin. Tentang aku yang katanya aneh karena tidak punya cita-cita. Tidak punya keinginan untuk terkenal, tidak mau punya banyak uang, tidak ingin jalan-jalan, dan tidak mau membeli barang-barang yang semua orang impikan.
Tiba-tiba muncul suatu pernyataan di dalam kepalaku, "Aku memang tidak pernah punya cita-cita, karena aku tidak tau caranya menentukan cita-cita. Tapi sekarang ini, hal paling membahagiakan yang ingin aku lakukan adalah membantu orang lain mewujudkan cita-cita mereka."
Aku pernah membantu seseorang mencapai apa yang dia impikan, dan itu membuatku sangat bahagia dan merasa puas. Aku tidak butuh pengakuan, tidak butuh ucapan terima kasih, dan juga tidak butuh balas budi.
Aku hanya ingin melakukannya, dan lalu berkata di dalam hati "Lihat Es, lihat dia berhasil! Aku bangga pada dia, dan aku lebih bangga padamu, I love you".
Kata-kata itu seperti harta karun yang datang. Membuatku bisa bernapas dengan ringan dan merasa kini aku telah menemukan cita-citaku. Cita-cita yang abstrak tapi begitu cantik dan berharga. Aku ingin membantu orang lain mewujudkan cita-cita mereka.