Senin, 25 Desember 2023
Aku banyak sekali menangis hari ini. Seharusnya aku menangis dari Sabtu dan Ahad kemarin. Tapi rugi rasanya kalau waktu bersama teman-teman di Aqsyanna aku pakai untuk menangis.
Tadi aku menelpon uma. Dan tangisku makin menjadi meski tanpa suara. Air mata terus bercucuran deras saat aku mendengar suara uma. Uma sedang menonton tv. Melihat berita makhluk-makhluk israel terkutuk yang menghancurkan tanah Palestina.
Ingin sekali rasanya aku bercerita deritaku pada uma. Tapi aku takut, takut uma bersedih, kepikiran, lalu sakit. Aku menutup rapat-rapat mulutku dan berusaha menegar-negarkan suaraku. Haha, ternyata aku bisa ya berbicara biasa saja saat menangis sejadi ini.
Seorang teman memasang status wa seperti ini:
Dia bilang itu untuk menyindir seseorang karena sudah bertahun-tahun orang itu selalu datang saat ada masalah.
Aku yakin itu bukan hanya status wa temanku yang mau menyindir temannya. Itu juga pasti apa yang Allah mau dariku. Allah mau aku tidak menampakkan kesusahan di hadapan manusia. Ini berat sekali, beraaat sekali. Tapi bismillah, akan ku jalani.
