Masih hari Rabu, 20 Desember 2023

Sepanjang hidupku, aku sudah melewati banyak masa kritis. Masa-masa yang terasa antara hidup dan mati, masa-masa yang membuatku berpikir sudah tidak ada jalan lagi, masa-masa yang membuatku putus asa dan tak ada bayangan seperti apa hidupku besok, atau apakah aku masih hidup besok.

Namun kali ini aku benar-benar sedang berada dalam masa kritis yang parah, paling parah diantara semuanya. Harapanku hanya tinggal keajaiban dan kasih sayang Allah. Aku benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi besok. Aku juga tidak tau apa yang akan ku lakukan besok.

Hitunganku sudah meleset semua. Dugaanku terpatahkan sudah. Rencanaku sudah tidak berguna. Tapi aku tau semua ini akan terlewati, Allah tidak akan membiarkanku mati. Allah akan bukakan jalan keluarnya. Aku pasrah.

Aku tau semua ini akan terlewati, dan aku akan baik-baik saja. Tapi kali ini aku benar-benar gugup, aku takut dan ingin menangis. Badanku sudah terasa melayang, pijakanku sudah tidak terasa.

Tapi masih banyak hal yang bisa disyukuri. Aku masih punya tempat tinggal, aku masih bisa tersambung ke internet, aku masih bisa menelpon ibuku, aku masih punya air untuk minum, aku masih punya buku bagus untuk dibaca, aku masih bisa sholat. Sekarang azan magrib sudah berkumandang, aku akan sholat.