Aku tidak pernah belajar memperjuangkan seseorang. Aku selalu melepaskan, merelakan, mengikhlaskan, dan menyembuhkan hatiku sendiri.

Bagaimana bisa aku memperjuangkanmu dan memintamu untuk tinggal? Karena memperjuangkan diriku sendiri saja aku masih terseok dan belajar. 

Aku tetap saja merindukanmu. Aku merindukanmu setiap kali melihat pohon yang ada ring basketnya itu. Aku merindukanmu setiap kali bersandar di tiang selasar itu, aku merindukanmu setiap kali .... 

Sejujurnya, aku tidak ingin kamu pergi. Tapi aku tak punya alasan untuk memintamu tinggal.

Selamat jalan. Kita akan bertemu lagi jika Allah mengizinkan. Sejauh ini aku tak punya rencana untuk pergi kemana-mana. Kamu tau dimana tempatku berada seandainya nanti ingin berjumpa.

Pergilah yang jauh, kejarlah keinginanmu. Semoga aku cepat lupa padamu. Kamu orang baik, banyak kebaikan yang selalu mengelilingi kamu dimana pun kamu berada. Temukanlah orang-orang baik di sana dan berbahagialah.