Ahad, 10 Desember 2023

Tadi pagi aku bangun kesiangan, tidurku baru sekitar 3 jam. Jam 7 aku menuju Aqsyanna, menyiapkan beberapa keperluan Dapur Berkah. Aku mendapat ilmu baru, tentang teknik mengiris cabe yang diputar. Aku juga ingin membeli parutan bawang seperti punya mbak Suli.

Jam 9 aku berada di Coffee Jendela. Ikut acara Light Reading Terang Jakarta. Membahas buku Men are from Mars, Women are from Venus. Seru juga.

Siang aku mengantuk. Berusaha tidur di CC tapi tak bisa. Badanku terasa aneh dan tidak normal. Terasa nyeri dan lelah. Paracetamol menjadi penyelamat siang ini.

Sehabis asar aku main badminton. Sampai berkeringat lumayan banyak. Habis magrib aku baru makan. Makan nasi dari dapur berkah spesial dibungkuskan oleh omah. Sambalnya dipisah dan diberi lebih banyak, omah tau aku suka sambal buatan omah. Lauknya dikasi 2, entah karena apa.

Malam ini aku bercerita banyak hal tentang keluargaku kepada seorang anak micca. Alhamdulillah, pembicaraan yang cukup membuka pikiran. Membuatku dapat melihat dengan jelas permasalahan yang selama ini berbentuk bayangan hitam.

Sebelum pulang aku mendengar sepotong kabar tak jelas. Tapi kabar itu membuatku ingin berlari kencang. Yaa Allah, rasanya seperti paru-paru, hati, dan jantungku direnggut seketika. Sampai rongga dadaku terasa kosong melompong dan hampa.

Tapi Alhamdulillah, aku percaya takdir Allah. Jika memang sudah suratan, ya pasti bersatu juga. Kalau memang bukan jalannya, ya pasti akan reda dan damai segera. Selamat jalan saja ku ucapkan.