Kamis, 12 Oktober 2023
Malam ini aku benar-benar merasa sendirian. Seperti hanya ada aku saja di muka bumi ini, yang lain hanyalah bayangan semu hologram. Aku takut dan ingin terus menangis.
Tapi mataku sudah lumayan lelah menangis. Sudah hampir seminggu aku selalu menangis setiap malam. Seperti anak kecil yang dirampas mainannya, seperti anak ayam yang menciap-ciap kehilangan induknya.
Orang-orang bilang, sedikit bercerita mungkin akan meringankan semuanya. Tapi kepada siapa aku bisa bercerita? Adakah yang mau mendengar keluh kesah, kesakitan dan umpatan dari mulutku? Sedangkan semua orang juga sedang menghadapi badai hidupnya masing-masing.
Oh, aku sungguh menyesal telah kehilangan kekuatanku. Aku merasa begitu lemah dan buta. Entah berapa lama waktu yang akan ku habiskan untuk memperbaiki semua ini.
Tapi kata Allah Ia selalu dekat. Ia kuasa melakukan segalanya. Ialah yang dulu menemani Musa membelah lautan dalam keputusasaannya, Ialah yang menghibur Rasullullah pada tahun kesedihannya, Ialah yang membantu Yusuf bangkit dari kezaliman saudara-saudaranya.
Maka untuk menyelesaikan masalahku yang tidak seberapa ini tentu adalah hal yang mudah bagi-Nya. Tapi masalahnya adalah, apakah aku layak untuk diselamatkan-Nya? Apakah aku masih berharga untuk ditolong-Nya? Sedangkan aku bukan hamba yang baik, sedangkan amalku sungguh tak seberapa, sedangkan aku terus berkubang dalam dosa.
Yaa Illahi, Robbi, sesungguhnya hamba telah menzolimi diri sendiri, faghfirli..
ุฑَุจََّูุง ุธََูู
َْูุงٓ ุงَُْููุณََูุง َูุงِْู َّูู
ْ ุชَุบِْูุฑْ ََููุง َูุชَุฑْุญَู
َْูุง ََََُّْูููููู ู
َِู ุงْูุฎٰุณِุฑَِْูู
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”