Kadang aku merasa sesungguhnya kami sedang saling menyakiti, diam-diam. Tapi logika selalu berkata bahwa aku saja yang sakit sendiri. Aku merasa bodoh karena menderita seperti ini.
Aku terus mencoba menguatkan diri, berkata bahwa akan bertemu yang lebih baik daripada dia di ujung jalan sana. Tapi hatiku tetap saja mengingat dia.
Ah! Kacau kacau! Dia itu sebenarnya siapa sih?! Kenapa aku selalu kembali mengingat dia?! Butuh waktu berapa lama lagi yaa Illahi? Rabbi? Rasanya aku sudah tidak kuat. Butuh waktu berapa lama lagi untuk mengusir dia dari hati dan kepalaku?