Sejak aku kehilanganmu, kamu telah menjadi penyesalan favoritku, Raff. Aku menyesali pertemuan kita, aku menyesali kebersamaan kita, aku juga menyesali kepergian kamu. Tapi aku suka saat aku menyesalinya, karena ini tentang kamu.
Biarlah aku tetap begini sampai aku menemukan orang itu, yang akan menjadi teman hidupku. Orang yang sampai sekarang tak tau siapa. Siapa namanya, dimana dia tinggal, hobinya, buku yang penting dalam hidupnya, makanan favoritnya..
Aku akan tetap menyesali kamu Raff. Karena rasanya lebih mudah menyalahkanmu sekaligus merindukanmu yang jelas pernah ada di sini, daripada merindukan dan mengharapkan dia yang belum pernah ku temui. (Atau sebenarnya sudah bertemu, tapi kami sama-sama belum tau kalau kami akan bersatu)