Dia tidak peduli padamu Es, dia tidak acuh. Terimalah bahwa dia bukanlah "dia" yang Allah takdirkan menjadi teman terbaikmu. Perjalananmu masih panjang Es, masih puluhan tahun lagi.
Dia memang istimewa, tapi kamu juga istimewa. Akan kamu temui lebih banyak yang istimewa jika kamu terus melangkah.
Percayalah, kamu akan bertemu dia yang paling istimewa jika kamu meneruskan perjalanan. Percayalah, dia yang paling istimewa itu tidak ada di sini. Dia yang paling istimewa itu berada di masa depan. Perlu menempuh perjalanan beberapa waktu lagi.
Yang sekarang harus kamu lakukan adalah terus berjalan dan perhatian tujuanmu. Perhatikan pula kendaraan, peta, dan juga kompasmu.
Tujuanmu adalah surga, kembali ke hadapan-Nya. Dia yang paling istimewa itu juga bertujuan sama. Kalian akan bertemu di jalan, percayalah, teruslah melangkah.