Dalam adat Jemo Lintang, ada istilah yang disebut maet. Aku tidak tau apakah dalam bahasa Indonesia ada terjemahan untuk kata maet apa tidak, tapi sejauh ini aku belum pernah menemukan istilah yang mirip dengan maet.
Maet adalah keadaan saat seseorang mengambil kembali sesuatu yang telah diberikan untuk orang lain. Misalnya aku memberi temanku sepasang sepatu, tapi karena alasan pribadiku, aku mengambil kembali sepatu itu. Jadi bisa disebut "aku maet".
Dulu ketika masih kecil, rasa-rasanya semua orang tau kalau maet itu dosa. Maet tidak boleh dilakukan. Maet akan mencoreng nama baikmu.
Aku telah mengambil sebuah keputusan yang ku pikir cukup beralasan dan bijak. Tapi keputusan ini cukup menyakitkan, karena ada hal yang harus dikorbankan.
Saat ini aku.. entah menyesal, entah sedih, entah masih terbawa suasana,.. aku ingin menarik pernyataan itu. Aku ingin semua kembali seperti semula lagi, seperti saat sebelum aku memberi pernyataan. Tapi aku takut maet, takut dosa.