Minggu, 21 Mei 2023

Seorang teman dari AWL berterima kasih kepadaku karena telah menjelaskan apa itu efek rumah kaca, kenapa bisa disebut begitu, dan bagaimana prosesnya. Dia bilang kalau dia tidak suka pelajaran biologi sejak sekolah, jadi dia baru mengerti apa itu efek rumah kaca hari ini.

Aku terharu. Dan pikiranku langsung terbang jauh ke masa 12 tahun lalu, saat aku berada di kelas 9 SMP. Saat itu aku dan teman-teman sekelas disuruh maju ke depan untuk menjelaskan sesuatu, praktek pelajaran bahasa Indonesia.

Saat itu aku belum biasa berbicara dalam bahasa Indonesia, karena kami biasa berkomunikasi dengan bahasa daerah. Bahasa Indonesia cuma ada di buku-buku pelajaran, di TV, dan dalam acara-acara resmi. Aku sangat tidak biasa berbahasa Indonesia.

Tapi saat itu, aku berhasil menjelaskan apa itu efek rumah kaca dengan baik menggunakan bahasa Indonesia. Bu Irda Levi yang merupakan salah satu guru kesayanganku bilang kalau pengucapanku sudah bagus, jelas, dan rangkaian kata-katanya bisa dipahami.

Sekarang rasanya ingin sekali aku pergi ke masa lalu, mengunjugi diriku yang saat itu begitu gugup, malu, dan takut karena harus berbicara pakai bahasa Indonesia. Aku akan mengatakan,

"Kuatkan dirimu, Es. Mengawali sesuatu itu memang berat, tapi kamu pasti bisa. Apa yang akan kamu lakukan di kelas nanti akan berhasil, dan kamu akan dipuji bu Irda.

Oh iya, kamu akan berbahasa Indonesia setiap hari nanti. Kamu tidak akan malu dan gugup lagi. Bahasa Indonesia akan keluar secara otomatis dari lidahmu. Semangat."