Aku pernah mengenal seseorang yang cemerlang. Dia termasuk unggul di levelnya. Dia sosok yang didengarkan dan disayangi oleh orang-orang di sekitarnya.

Dia cukup dekat denganku dulu. Tapi dia bodoh karena tidak memilih berjalan bersamaku. Dia rugi karena memilih berjuang sendiri. Aku juga bodoh, karena aku merindukan dia malam ini.