Rabu, 22 Maret 2023

Rabu malam, tanggal 1 Ramadan. Ingin sekali rasanya aku pergi bersama teman-teman yang lain ke MRBJ ikut kegiatan pawai obor. Tapi seseorang di dalam pikiranku bilang "Jangan ikut! jangan!"

Aku teringat peristiwa belasan tahun lalu. Saat aku sangat kesal dan sedih di hari sebelum acara pawai obor. Aku kesal karena obor yang dibuatkan untukku ditukar oleh Kakakku.

Kakakku menginginkan obor itu karena terlihat lebih bagus. Dan aku sedih karena semua orang membela kakakku dan menyuruhku untuk mengalah. Aku ingin menangis, tapi tidak tidak, aku tidak mau menangis.

Aku menggigit bibir kuat-kuat, menahan air mata sambil mendendam. "Aku tidak rela dengan perlakuan semua orang!"

Peristiwa itu sudah lama sekali berselang, tapi memorinya terputar kembali hari ini. Dan emosiku masih terasa jelas. Betapa berat dan putus asanya aku dulu, di umur yang sekecil itu.

Kini aku sudah dewasa, aku memilih untuk memeluk si kecil yang sakit hati itu dan berdamai. Peristiwa itu sudah berlalu, rasanya memang sakit dan berat. Tapi biarlah itu menjadi masa lalu.

Wahai diri kecilku, mari kita hidup di masa kini. Kita sudah dewasa, kita sudah bijak, hati kita pun sudah jauh lebih lapang.

Wahai diri kecilku, insyaAllah tahun depan kita akan ikut pawai obor menyambut Ramadan. Tidak perlu takut lagi, tidak perlu benci lagi dengan peristiwa itu. Kita akan selalu baik-baik saja.