Masih hari rabu, 8 Februari 2023
di bawah langit-langit kamarku (ah, ini bukan kamarku, ini bukan rumahku),

Aku memandangi langit-langit itu lama sekali. Aku menunggu sesuatu keluar dari sana, padahal aku tau tidak ada yang akan keluar dari langit-langit itu. Mataku jadi perih karena terlalu lama fokus pada sesuatu yang tak kunjung muncul itu.

Aku merindukan sosok itu lagi malam ini. Sosok yang telah ditakdirkan Allah untuk menjadi teman perjalanan hidupku di dunia ini. Sosok yang aku pun ditakdirkan menjadi teman perjalanan hidupnya di dunia ini.

Kira-kira apa yang sedang dia lakukan malam ini? Dimana kakinya berpijak malam ini? Sedang bersama siapa dia malam ini? Apakah dia baik-baik saja? Semoga dia baik-baik saja. Aku tau Allah sayang padanya, sebab tanpa tau sosoknya pun, aku menyayanginya dari sini.

Malam ini aku sangat penasaran. Seandainya bisa, aku ingin diberi tau sedikit saja, tentang kapan kami akan bertemu? Kapan kami akan berkenalan? Kapan kami memutuskan untuk bersama?

Atau jangan-jangan kami sudah sempat berpapasan? Atau bahkan sudah berkenalan? Atau jangan-jangan sosok itu adalah salah satu diantara temanku? Ah, aku ini kenapa sih?

Esnida Esnida, que sera sera Esnida, que sera sera.