Saat itu sudah jam 9.50 malam. Di bawah pohon-pohon jati aku duduk dan menangis. Setelah satu jam, aku sudah lelah. Aku berpikir dan berkesimpulan, bahwa aku harus bergerak. 

Aku semakin yakin bahwa aku memang harus menjadi kekuatan itu. Lalu aku berlari-lari kecil di tengah kegelapan, berpasrah, menyerahkan semua kepada-Nya. Sama seperti yang dilakukan siti Hajar.

Aku tau solusinya tidak akan ku temukan di salah satu pohon jati yang ku kitari itu. Tapi aku tau Allah melihat usahaku. Aku yakin solusi itu ada.