Day #6: Menjadi Nyata di Antara Maya
Kalau tidak salah, pertama kali aku punya sosial media itu sewaktu aku SMP. Dulu aku membuat akun facebook, selanjutnya twitter, selanjutnya line, instagram, selajutnya.. ah aku lupa.
Sekarang satu-satunya sosial media yang aku pakai hanya instagram, itu juga tidak aktif. Oh, apa youtube dan whatsapp juga termasuk sosial media? Kalau iya, berarti aku aktif sekali di whatsapp, dan actively passive di youtube.
Sudah hampir tiga tahun sejak aku memutuskan untuk keluar dari berbagai sosial media. Termasuk instagram, yang dulu menjadi tempat berkumpulnya teman-teman dan kenalanku.
Aku tidak ingat spesifik alasan dulu aku memutuskan untuk menghilang dari sosial media, yang jelas aku merasa lelah. Aku sering merasa buruk ketika menghabiskan waktu di sosial media.
Setelah berhenti, aku jadi kehilangan kontak dengan semua teman dan kenalan dari zaman SMP, SMA, dan kuliah. Beberapa teman yang memang berkepentingan tetap berhubungan denganku melalui whatsapp, selebihnya ya.. entahlah..
Januari tahun lalu aku membuat akun Instagram baru, hanya dipakai untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tertentu. Tidak ada satu orang teman pun yang tau aku punya akun instagram lagi.
Setahun berlalu, kini akun itu terlihat tumbuh. Beberapa orang teman mulai memfollownya. Aku jadi terpikir untuk kembali aktif di instagram. Tapi kali ini dengan tujuan dan cara yang berbeda.
Sosial media, bagaimanapun kini telah menjadi pusat berkumpulnya orang-orang, siang dan malam. Segala macam kegiatan ada di sana. Dan aku bisa mengambil peran, menjadi sesuatu yang disukai Tuhanku, tentu saja.
Tapi apa aku sudah cukup bijak untuk kembali terjun ke sana? Apa aku cukup kuat untuk mengendalikan diriku? Ah, ku pikir aku bisa, aku sudah mampu. Sekarang memang sudah saatnya kembali ke sana, dengan bismillah.