Day #4: Aku Berharga
Dalam banyak kesempatan, sebenarnya aku masih bingung dengan keberadaan ku di dunia ini. Aku sadar dan yakin betul bahwa Allah menciptakan ku untuk sesuatu.
Tapi seperti manusia pada umumnya, aku tidak tau Allah menciptakan ku untuk melakukan apa. Untuk beribadah, ya, untuk beribadah. Tapi apa bentuknya? Maksudku, selain ibadah-ibadah wajib seperti sholat dan puasa.
Banyak orang bilang ini berhubungan dengan mimpi, apa yang aku impikan? Well, yang aku impikan adalah pulang, kembali ke surga-Nya. Kalau bisa, aku tidak mau melakukan apa-apa di dunia ini, aku ingin cepat-cepat mati, tapi harus langsung masuk surga.
Seseorang yang aku lupa siapa, pernah bilang begini kira-kira, "Kamu itu berharga. Selama Allah belum mencabut nyawamu, artinya Allah punya rencana. Allah masih membiarkan kamu hidup untuk sesuatu, entah untuk apa atau untuk siapa."
Ya, berhubung sekarang aku masih hidup alias masih bernyawa, tentu aku harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang diinginkan Allah. Kabar baiknya adalah, saat ini aku dan beberapa temanku sedang melakukan sesuatu. Kami menyebutnya "sebuah projek dakwah".
Semoga saja ini benar. Aku yakin ini benar. Aku telah melihat beberapa tanda-tandanya. Dengan projek ini aku bisa menemukan cara-cara baru, mengeluarkan sisi-sisi baik dari dalam diriku, melakukan sesuatu yang sebelumnya ku pikir aku tak mampu, dan berkumpul bersama orang-orang yang bisa mendekatkan ku dengan Allah dan rasul-Nya.
Ku pikir kini keberadaan ku dinantikan, usahaku sudah lama diharapkan. Ku harap projek ini benar-benar memberikan dampak. Untuk bumi dan kehidupan yang lebih baik lagi. Untuk sesama manusia, mahluk Allah yang sebenarnya lahir ke bumi hanya untuk singgah.
Dengan melakukan sesuatu seperti ini aku merasa berharga. Aku begitu bahagia ketika ada yang terbantu dan menjadi mudah urusannya karena keberadaan ku. Hidupku jadi tak sia-sia, karena ada yang mengharapkan ku, ada yang menungguku, ada yang hatinya bersyukur karena aku.
Dan semua ini karena Allah. Alhamdulillah.