Day #1: Aku dan Diriku
Aku sebenarnya cukup kuat, cukup tangguh untuk menghadapi segala hal yang datang dalam hidupku. Aku juga mempunyai hati yang baik, penyayang, cinta damai, sabar, rajin, berinisiatif, disiplin, cukup bijak, berempati, suka menolong, lumayan ramah, sopan, cukup menyenangkan, cukup berpengetahuan, dan bisa diandalkan.
Namun sekarang ini aku merasa semua karakter baik itu sedang membeku di dalam diriku. Entah peristiwa apa yang telah membekukan mereka, yang jelas mereka tidak bersinar memancar keluar.
Aku menyadarinya hari ini, dan pelan-pelan mengembalikan mereka agar berfungsi normal. Sebab aku ini penting dan berharga, itulah mengapa Allah masih membiarkan aku hidup sampai detik ini. Allah ingin aku mencari jalan, mencari solusi atas semua permasalahan yang sedang terjadi. Allah percaya aku bisa.
Allah itu maha kuasa dan maha bijaksana. Tidak ada hal yang diciptakan-Nya sia-sia di muka bumi ini. Dan aku, Allah tidak mungkin menciptakan aku hanya untuk bercanda. Allah menciptakan aku untuk sesuatu.
Jadi aku harus merawat diriku baik-baik. Menjaga, mendidik, menasehati, menemani, dan menyayangi diriku dengan sepenuh hati. Terus belajar dan membaca tanda-tanda, agar aku menemukan dan bisa menjalankan misi yang Allah berikan untuk hidupku di dunia ini.