Rabu, 2 November 2022
Malam ini aku belajar bahwa yang membedakan anak-anak dan orang dewasa itu adalah kemampuan.
Pertama adalah kemampuan pengetahuan. Pengetahuan anak-anak sangat terbatas, sedangkan orang dewasa sudah mengetahui banyak hal. Karena orang dewasa sudah menghabiskan banyak waktu untuk belajar.
Kedua adalah kemampuan sikap/attitude. Anak-anak belum memperhatikan sikapnya, belum terpikir oleh mereka mau bersikap seperti apa. Sedangkan orang dewasa sudah mampu mengatur sikapnya. Lagi-lagi karena mereka sudah mempelajari cara bersikap.
Ketiga adalah kemampuan keterampilan/skill. Anak-anak belum bisa melakukan banyak hal, bahkan untuk makan saja mereka bergantung pada orang lain, orang tua mereka misalnya. Sedangkan orang dewasa sudah bisa melakukan banyak hal untuk mempertahankan hidup mereka secara mandiri.
Dari tiga kemampuan itulah bisa ditentukan apakah seseorang masih anak-anak atau sudah dewasa, tidak perduli berapa pun umurnya.
Kemudian aku merenung dan melihat diriku sendiri. Kalau begini, rasa-rasanya aku masih terhitung anak-anak. Aku perlu melakukan sesuatu di bidang tertentu agar aku bisa menjadi dewasa.
Dan ku pikir, setelah dewasa pun aku harus tetap belajar. Belajar untuk menjadi seorang dewasa yang baik.
Ya, sejatinya hidup ini memang tentang belajar terus menerus kan? Kita akan terus bertumbuh karena kita memang terus berjalan menyusuri waktu.
Kita tidak akan pernah bisa mendefinisikan diri kita ini sebagai apa, karena kita akan terus berubah. Kita akan selalu begitu sampai kita berjumpa dengan ajal kita.
Dan mudah-mudahan, ketika waktu itu tiba kita telah mencapai banyak hal yang dapat mendefinisikan diri kita. Khusnul Khatimah.