Ini adalah akhir dari angan-angan ku setelah satu bulan ini. Terasa berat dan ingin ku tangisi, tapi lebih baik aku syukuri.

Aku menyadari bahwa dia (mungkin) sudah sadar kalau aku bukankah sosok wanita yang baik karena aku menatap matanya ketika dia berbicara. Ku rasa, dia lebih suka wanita yang selalu menundukkan pandangan.

Aku (sedikit) sedih karena dia menjauh. Tapi tidak apa-apa. Karena aku yakin sesuatu yang tidak sampai kepadaku bukanlah takdirku, dan takdirku pasti akan sampai padaku.

Dia adalah sosok baik yang ideal (ku rasa), tapi bukan untukku, dan aku bukan pula untuk dia.