Aku kesal karena dia bodoh sekali. Dia tidak bisa membaca tanda-tandaku sama sekali. Dia mengartikan semua perkataanku tepat seperti bunyinya. Dia tidak mengerti kalau aku punya maksud lain. Ingin rasanya aku katakan dengan gamblang kalau dia bisa menandalkanku dan aku akan berusaha sekuat mungkin membantunya. Dia memangilku Es, tapi hati dialah yang sebenarnya dingin seperti es.