1-6-2022
Pikiranku kacau. Kepalaku terasa berat. Aku takut. Aku takut bertemu (), apa yang akan ku katakan? Tanganku gemetar, khawatir tentang pembicaraan dengan () malam ini. Aku ingin mati saja rasanya membayangkan sedihnya () di telepon tadi.
Aku memang salah. Sangat salah. Aku sudah bodoh sekali selama ini. Aku menyadarinya dan ingin berubah. Tapi situasi saat ini sungguh membuatku semakin bingung dan takut.
Aku merasa sendirian dan tidak ada yang mau menerimaku, tidak ada yang mau mengerti perasaanku. Aku merasa tertekan dan disudutkan atas kesalahan-kesalahan yang telah terjadi. Tidak ada yang bertanya bagaimana aku melihat situasi ini, tidak ada yang menanyakan perasaanku, tidak ada yang mau melihat ketakutan dan kebingunganku.
Kalau begini terus, aku takut tidak akan kuat melawan diriku sendiri. Aku takut aku akan bersuara dan berteriak, lalu menghancurkan situasi. Aku takut kelepasan memancing kemarahan semua orang, lalu semua orang akan menyerah terhadapku, lalu aku akan pergi jauh dari semua orang, lalu menyimpan dendam pada semua orang.
Sepertinya aku memang keras kepala. Sepertinya aku memang sombong. Sepertinya aku memang tidak bisa dinasehati. Bagaimana ini?
Apa ini?
Aku tau aku memang salah, dan telah merepotkan semua orang. Aku pun sangat marah pada diriku sendiri. Bisa-bisanya aku sebodoh ini. Bisa-bisanya aku seburuk ini!
Tapi, apapun yang terjadi, aku bersumpah aku tidak akan bunuh diri. Itu bodoh sekali. Itu bodoh sekali.