Semangat itu bagaikan tanaman. Kalau lama tidak disiram, lama tak diberi pupuk, lama tak mendapat makanan, maka ia pun akan layu dan mati.

Maka pupuk bagi jiwa adalah komunitas yang bersemangat, air bagi jiwa adalah bacaan-bacaan penuh gizi, makanan bagi jiwa adalah impian yang tinggi.

Ketika semua itu tidak diberikan, maka bersiaplah hidup tanpa energi.

-sumber: buku mbak Ary Mita C, Produktif Muslimah