Di dunia ini ada 2 jenis orang. Pertama, mereka yang membenci malam. Kedua, mereka yang selalu menunggu datangnya malam.

Orang-orang membenci malam karena malam adalah bagian hari yang gelap, sunyi, menakutkan, tidak aman, banyak potensi kejahatan. Sendirian dan kesepian adalah perasaan yang dominan (itu yang mereka katakan).

Aku menyukai malam. Entahlah, mungkin karena aku tinggal di tengah lingkungan yang aman, sehingga aku lupa akan banyaknya potensi kejahatan.

Tapi mungkin juga aku menyukai malam karena hanya di malam hari aku bisa beristirahat (walaupun sering tidak dengan tenang). Aku yakin orang-orang juga ingin beristirahat, jadi mereka tidak akan mengusikku.

Aku bisa melamun berjam-jam sendirian. Menyimak satu-persatu segala hal yang berlalu-lalang di dalam pikiran. Aku bisa memarahi sekaligus membela diriku sendiri, bisa juga menangisi sekaligus menghibur diri. Ada banyak hal yang mesti aku renungkan, ada pelajaran-pelajaran yang mesti aku jelaskan pada diri ini.

Aku berharap hatiku cepat paham, cepat mengerti, bahwa hanya ada kami berdua di dunia ini, bahwa hanya diriku sendiri yang perduli dengan diri ini, bahwa hanya kepada diri sendiri aku boleh menggantungkan harapan, bahwa hanya diri ini sendiri yang akan berjuang menjawab harapan itu.

Entahlah, sepertinya masih banyak sekali titik kesepakatan yang belum kami capai. Sepertinya aku harus menjelaskan lebih sering lagi. 

Aku tidak keberatan jika malam datang berlama-lama. Mungkin rasanya akan menyenangkan bisa duduk bersama malam yang panjang. Tapi malam cepat sekali berlalu. Dan aku harus melalui satu hari yang melelahkan untuk kembali berjumpa dengan malam.