Belakangan ini kamu membuatku menyukai kenaifnku. Aku suka ketika aku mengira bahwa kamu sengaja selalu bersuara tepat setelah aku bersuara. Aku mengira kamu selalu menunggu dahulu, kamu baru akan muncul jika aku muncul. Aku merasa kamu selalu ingin berada di dekatku.
Aku tau hal itu tidak mungkin kalau dipikir dengan akal sehat, toh kamu saja tak tau tentang rasaku ini. Tapi tetap saja, aku tetap merasa kalau kamu juga terus merindukanku.
Lagipula, ini adalah urusanku, aku sama sekali tidak mengganggumu. Jadi biar saja aku terus merasa seperti itu. Biarlah ini menjadi kebahagiannku sendiri.