"Kita hanya bisa berusaha, hasil tetap Tuhan yang menentukan."

Kalimat itu cukup sederhana. Tapi bagiku, butuh membaca satu buku dengan tebal 437 halaman untuk bisa memahami dan mengimaninya.

Di buku itu diceritakan seorang yang telah berusaha dengan segala halang rintang untuk mencari dan menemui istrinya, yang ternyata ada di sebuah desa kecil di padang rumput pedalaman Kazakstan.

Istrinya itu pergi tanpa meninggalkan jejak, yang membuat dia bingung dan bersedih sepanjang 2 tahun.

Setelah banyak introspeksi diri, menyusuri jalan-jalan tak terduga, bertemu orang-orang yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya, akhirnya dia sampai di padang rumput yang tak bertepi itu.

Jaraknya dengan istrinya kini tinggal 2 jam perjalanan. Tapi temannya memutuskan untuk berhenti dan mendirikan tenda. Padahal hari masih sore.

Mengapa? Karena seseorang harus memberi tahu istrinya itu bahwa ia segera datang. Istrinya bisa memilih untuk tinggal di desa dan menemui suaminya itu esok, atau pergi ke desa lain untu beberapa hari demi menghindari suaminya itu.

Bagi sang suami, betapa sulit pun jarak dan usaha yang ia tempuh, dia berpikir bahwa usaha kerasnya itu tidak harus mendapat imbalan penyerahan, rasa terima kasih, dan penghargaan dari istrinya.

Dia datang kesana karena itulah jalan yang harus ia ikuti, bukan untuk membeli cinta istrinya kembali.

Ia telah melakukan segala usaha untuk mencari istrinya. Namun pada akhirnya ia menyerahkan semuanya pada semesta. Dia menerima semua yang akan terjadi.