Ingin sekali rasanya menyapa dirimu malam ini. Menanyakan apa yang belakangan memenuhi pikiranmu? Apa yang belakangan menyibukkan tanganmu? Apa yang belakangan membuatmu tertawa, atau kecewa, atau bersyukur, atau tertantang, atau bingung, atau apalah...
Lalu aku bersedia (kalau kamu mau) menjadi pendengar terbaikmu, menyimak ceritamu, sedikit berpendapat kalau dibutuhkan.

Hujan turun begitu lebat di luar sana, udara sekitar pun menjadi lebih dingin. Semesta seakan tau bagaimana suasana di dalam hatiku saat ini. Ya, persis seperti suasana di luar: rinduku untukmu sedang datang dengan begitu lebat, hatiku pun menjadi dingin, sayu.

Ah, untung saja aku masih bebas menuliskan sesuatu tentangmu ini. Kalau tidak, tamatlah aku. Apa yang harus aku lakukan untuk melepaskan serangan rindu padamu?