Hey kamu yang tinggal di arah timur Jakarta sana, apa kabar? Sampai hari ini aku masih terus berdoa agar kamu selalu baik saja. Semoga menjadi ringan semua urusanmu dan semoga kamu selalu dipeluk kebahagiaan.

Aku penasaran, kira-kira apa yang sedang menyibukkan pikiranmu sekarang ini? Apa saja hal-hal yang belakangan menyita perhatianmu? Adakah aku diantaranya? ah, aku egois sekali ya..? Aku tentu saja tidak berhak untuk ada di dalam pikiranmu.

Naif sekali aku yang berharap bisa ada di pikiranmu hanya karena kamu selalu ada di dalam pikiranku. Tak perlu, tak perlu ada aku yang menambah-nambah pikiranmu.

Aku hanya mohon izin menaruh rindu ini untuk kamu, teruntuk namamu. Aku bingung harus ku kemanakan rindu ini kalau bukan kepadamu. Aku sungguh berterima kasih untuk itu.

Ini hanya tentang aku, tentang rasaku, tanggung jawabku sendiri. Kamu tak perlu tau, tak perlu ikut memusingkan, apalagi merasa bertanggung jawab atas rasaku ini. Menulis sesuatu tentang kamu seperti ini saja aku sudah senang.

Semua orang tentu berharap rindunya terbalaskan, berharap cintanya terjawabkan. Jujur, aku juga begitu. Tapi untuk saat ini, biarlah semua berjalan seperti sekarang.

Aku tidak siap jika kamu tau. Aku belum siap dengan responmu. Menerima ataupun meninggalkan, aku tidak siap mengetahuinya sekarang.