Dalam sebuah novel yang ditulis oleh Paulo Coelho, ada dua tokoh yaitu si anak muda dan si penjual kristal. Kedua tokoh ini mempunyai sebuah cita-cita untuk melakukan perjalanan.

Si anak ingin pergi ke piramida-piramida mesir untuk mencari harta karunnya. Si penjual kristal ingin pergi ke kota Mekkah untuk melaksanakan haji.

Keduanya juga sama-sama takut untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Si anak muda takut menempuh sesuatu yang sia-sia. Dia takut menemui kekecewaan, menemukan piramida-piramida itu kosong, menyia-nyiakan hidup untuk melakukan perjalanan berat dan berbahaya dan pada akhirnya tak berguna.

Si penjual kristal takut hidupnya akan sia-sia dan tak berarti lagi ketika sudah mewujudkan cita-citanya. Selama ini ia bertahan hidup hanya karena ada keinginan untuk pergi berhaji. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana dia akan bertahan hidup jika dia sudah mencapai cita-citanya. Dia tetap tidak pergi walaupun sebenarnya dia bisa.

Keduanya sama, takut bergerak. Takut keluar dari zona nyamannya. Di situasi seperti itu, mereka adalah contoh pecundang yang cukup baik. Jangan diikuti!